My Life is My Adventure
  • Home
  • About Me
  • Contact Me
  • Traveling
  • Education
  • Sport
  • Literacy
    • Read Aloud
    • Fairytale

 


Day 2, Minggu 11 Agustus 2024

Camping di hari kedua ini, bangun pagi-pagi ingin menikmati sunrise tapi apa daya ternyata kabut menutupi sunrise pagi ini. Cuaca yang dingin membuat diri ini harus cepat bergerak masak dan membuat makanan serta minuman untuk menghangatkan tubuh. Sambil masak kami membuat planning untuk turun jam 11, karena jam 12 adalah jam buka jalur ke Jakarta sehingga kita tidak perlu antri terlalu lama.

Dihari kedua ini, kami memasak semua bahan logistik kami dengan tujuan agar barang bawaan kami berkurang dan menjadi lebih ringan. Setelah memasak semua bahan masak, kamipun makan bersama disertai mandi bergantian untuk segera siap-siap pulang.

Dalam rangka memeriahkan hari kemerdekaan, kami membuat lomba untuk anak-anak yaitu makan kerupuk dimana semua anak adalah juara di lomba ini. Setelah lomba kamipun mulai merapihkan dan mempacking barang-barang.

Tidak lupa setelah rapih semua barang bawaan , kamipun mengabadikan kenangan camping dengan foto bersama.

Tak terasa ternyata waktu sudah menunjukan pukul 11.30, ternyata melebihi planning kami diawal, kamipun buru-buru untuk segera turun. Ada insiden kecil ketika buru-buru turun adalah ada teman yang keseleo karena cukup lumayan trek yang kami laluli plus kamipun banyak rombongan anak kecil dan juga bayi 1 tahun.

Karena insiden kecil ini kami turun jadi lebih hati-hati, dan jam 12.10 kamu sudah ada dimobil dan siap-siap untuk pulang. Ternyata sebelum pulang kami janjian untuk mampir ke Cimory Riverside untuk ishoma.



Sambil memesan dan menunggu makanan, sayapun memilih untuk solat dzuhur sambil menikamti view yang ada di cimory. Anak-anakpun lebih memilih untuk main di playground yang ada. Nyamannya disini untuk mushola pria dan wanita dipisahkan. Wanita dekat toilet sedangkan pria dekat playground anak.

Untuk area playgroung sendiri ini fasilitas gratis yang bisa dinikmati oleh pengunjung. Ada juga hiburan untuk anak tapi ada tiket masuk seperti petualang melewati jembatan dan jugua ada go kart.

Karena anak-anak mau main Go Kart tapi sayang tinggi nya belum sampai dengan 130 cm jadi anak-anak belum bisa main. Untuk adventure jembatan tidak dipilih karena sudah cukup siang dan kamipun ingin kembali ke Jakarta.



Alhamdulillah jam 16.00 kamipun sudah sampai di Jakarta dan waktunya istirahat untuk menjalani hari esok seperti biasa.

Sampai jumpa di camping kami selanjutnya...



Kawasan Puncak sudah menjadi pilihan orang-orang yang tinggal di daerah Jabodetabek untuk liburan di akhir pekan. Ada yang memilih staycation di hotel area puncak, ada pula wisata yang bisa dinikmati seharian penuh dan karena kawasan yang mempunyai bukit dan dataran tinggi, banyak juga area camping yang ada di daerah ini.

Kali ini saya bersama dengan teman-teman memilih liburan weekend kali ini dengan camping lagi. Berbekal informasi yang ada di media sosial, terpilih lah area Camping Ground Paseban ini dikarena harga yang terjangkau plus view yang di tawarkan cukup indah pada media sosial tersebut. 

Sebelum keberangkat di hari H, kami bersama mengatur tanggal serta perlengkapan apa yang harus dibawa saat camping. Dengan berbekal sudah biasa jalan dan camping bersama, pembagian tugas pun menjadi lebih mudah. 

Untuk peralatan camping sebagian ada yang membawa sendiri dari rumah dan adapula yang menyewa di area camping paseban sendiri. Tentu untuk budget lebih murah untuk membawa peralatan sendiri daripada sewa di tempat camping.




Silahkan untuk memilih area sesuai denah yang diinginkan, serta budget yang dipunya. Setelah kami berdiskusi akhirnya kami memilih denah area ground C karena bisa melihat view city dari atas tempat camping. Setelah itu kami pun membooked tempat camping dengan pelunasan sesuai invoice yang diberikan.

Akhirnya hari H pun tiba...
Mari memulai petualangan bersama...

Sabtu, 10 Agustus 2024

Janjian dengan teman berangkat jam 10 dari pulogebang, karena ada urusan sebentar, setelah jumpa jam 10, akhirnya kamipun berangkat pukul 10.30 karena merapihkan barang bawaan kedalam mobil serta mengisi e-toll dulu sebelum menuju lokasi. Sampe area puncak jam 12 lebih sedikit dan akhirnya kamipun kena tutup jalur...hehhehe

Kamipun memilih untuk melipir ke SPBU untuk solat dan BAK. Karena buka jalur masih lama, akhirnya memilih jalur memutar lewat taman safari belakang. Untuk yang belum mahir menyetir tidak dianjurkan untuk lewat jalan ini, karena lumayan terjal dan kecil serta harus sabar jika bertemu mobil yang berpapasan di 1 jalur ini.

Setelah melewati perjalan sampai menuju paseban kami membutuhkan waktu sekitar 2 jam, kami sampai di area camping sekitar jam 14.30 dan tentu saja sampai lokasi kami shock....hahahha
Karena Ground C ternyata lumayan tinggi dan banyak tangga yang harus dilewati, cukup menguras tenaga karena banyak barang bawaan yang harus dibawa menuju ground C. Bagi yang punya penyakit kaki atau sudah tidak kuat menanjak tidak disarankan untuk memilih area Ground C, lebih baik ke area Groun A atau B. Lebih disarankan Ground B karena dekat dengan kolam renang, tapi memang untuk View lebih bagus di ground C.



Membuuthkan waktu sekitar 30 menit untuk bolak balik membawa barang bawaan keatas. 
Setelah barang semua sudah diatas, kamipun mulai berbagi tugas, ada yang memasak, ada juga yang memasang tenda. Sebagian anak-anak menikmati fasilitas renang yang langsung dari sumber mata air. Disarankan untuk membawa air 1 galon untuk minum diatas agar tidak bolak balik membeli air karena butuh effort yang lebih untuk ke Ground C. Bisa juga masak air menggunakan mata air yang terhubung di kamar mandi. Tapi yang terhubung kran dekat tenda adalah sumber dari kali, jernih juga tapi saat hujan air tersebut keruh dan tidak disarankan saat keruh menggunakan sumber air kali tersebut.

Untuk sumber listrik disini aman, karena tiap area tenda diberikan 1 sumber listrik yang ada, tapi disarankan membawa roll kabel agar lebih panjang sampai kedekat tenda, jika tidak membawa bisa sewa di area camping dengan harga 15 ribu rupiah saja.

Untuk malam hari view city light cukup memanjakan mata.




Untuk yang tidak mempunyai perlatan camping, tenang saja disini disediakan perlengkapan camping juga. Dengan harga sebagai berikut.




Info tambahan bagi yang sewa tenda disini, ini belum termasuk kasur ya. Jadi kalo mau nyaman harus membawa sleeping bag atau tambahan kasur. Biar tidur nyenyak. Tenang saja paket kasur dan selimut serta bantal seharga 70.000 saja.

Kegiatan malam kami bakar api unggun untuk menghangkat diri dan juga BBQan bersama sampai pukul 10.00 malam,setelah itu kamipun istirahat untuk memulai hari kedua yang lebih semangat lagi....

Bersambung di Day 2...


 



Seblak adalah makanan khas yang berasal dari Bandung, Jawa Barat. Makanan khas ini bukan hanya orang bandung yang suka, tapi sudah banyak daerah lain juga suka makanan ini, salah satunya saya yang ada di Jakarta. Pernah buat sendiri dengan tutorial yang ada di youtube tapi hasilnya beda dengan biasa yang dibeli.

Dulu agak males makan seblak ini karena hanya ada di beberapa tempat yang cukup harus menggunakan motor menuju tempat makan seblak. Tapi sekarang bersyukur banget, saat mau makan seblak hanya cukup jalan kaki dari rumah 5 menit sudah ada yang jual seblak dan gk kaleng-kaleng, langsung buka seblak prasamanan.


Untuk Seblak prasmanan ini, kita tinggal memilih menu yang ingin ada di seblak kita. Setelah memilih dan dimasukan ke dalam piring, kita tinggal memberikan pilihan kita ke ibu yang akan memasak seblak kita. Sambil menunggu seblak kita matang, kita bisa melihat menu yang lainnya, karena di tempat ini bukan hanya jualan seblak, tapi ada juga beberapa menu yang bisa dinikmati.



Ada juga Basreng Kocok dengan varian rasa, mantep banget apalagi saat varian bumbu cili oilnya. Untuk yang membawa anak kecil dan tidak bisa makan pedas, tidak perlu khawatir karena juga ada menu untuk anak-anak yang bisa dipesan.


Berikut menu yang bisa di pilih untuk anak-anak. Kemarin saat memesan untuk anak adalah seblak yang suka pedas yaitu abang, untuk dede sendiri memilih mozarela.Klo mamanya pesan seblak, sambil menunggu pesanan kita  ngemil makaroni yang huga dijual disini.



Nah cemilan bisa dimakan sambil menunggu seblak matang ya. Untuk minuman disini tidak ada, tapi tenang saja didepan toko seblak ini, ada yang jualan air minum. Akhirnya setelah ngemil makaroni seblak pesananpun matang.


Yeayy...Selamat mencoba seblak dekat rumahku ya...Ini seblakku...mana seblakmu...hehheh

 


Pertama denger nama Hitam Putih berpikir acara yang ada di televisi atau lagu saat kuliah dulu. Berawal dari voice grup yang dilakukan ibu-ibu yang mengajak ke tempat makan karena mau merayakan ulang tahun. Karena saat menerima telepon masih dalam keadaan sibuk, jadi jawab iya iya tapi agak siangan ya.

Tepat hari ini mengingat voice call grup kemarin, karena sudah janji bisa hadir mulailah menghubungi teman dan meminta share loc. Ternyata saat mengecheck lokasi, wah lumayan juga jaraknya dari rumah, karena biasanya ibu-ibu sekolah anak bikin acara tidak jauh dari sekolah.

Menuju lokasi dengan menggunakan motor bersama ibu lainnya, agar bisa membaca maps dan satu lagi yang membawa motor. Cukup perlu usaha karena baru pertama kali ke lokasi yang ingin dituju dan di maps pun dsuruh belok tapi tidak ada gang untuk belok, jadi lumayan nyasar 2x dan mencoba bertanya pada pedagang yang dekat dengan daerah tersebut.

Akhirnya setelah bertanya bisa menemukan lokasi tempat hitam putih tersebut. Ternya lokasi hitam putih ini dekat dengan rusun elok, kalo sudah tau patokannya, pasti kita tidak perlu nyasar 2x. Ternyata Hitam Putih itu adalah nama warkop yang terdapat di danau elok.

Untuk masuk ke kawasan bayar 3.000 rupiah tapi tidak ada tiket yang diberikan ya.

Menuju lokasi danau ini ada beberapa spot yang digunakan untuk foto karena ada tanda love di danau, banyak juga yang memancing disini bersma anak-anak, tapi anak-anak harus diawasi ya, karena tidak ada pembatas di dekat danau.

Untuk fasilitas Hitam Putih ini termasuk lumayan juga,karena walau lokasinya dekat danau, dia menyediakan karoke, wifi, mushola dan toilet yang bisa digunakan pengunjug warkop. Untuk weekend sangat ramai, bagi yang tidak suka keramaian tempat ini tidak cocok. Tapi di lokasi ini sangat adem karena masih banyak pepohonan besar. Harga disini juga terbilang murah, makanan dan minuman mulai dari harga 2.000an saja.

Tidak cocok membawa anak-anak kecil menurut saya, karena banyak pengunjung yang merokok. Tapi klo mau sama teman-teman yang suka nyanyi dengan harga murah dan terjangkau, Warkop Hitam Putih ini bisa jadi pilihan.

 Berdaya Lewat Sidina Community




Wanita sebelum menikah dan mempunyai anak tentu banyak impian dan harapan yang ingin dilakukan, dan banyak wanita menjadikan karir sebagai prioritas dalam hidupnya. Begitupun dengan saya sendiri menjadikan karir sebagai prioritas selama 6 tahun sebelum menikah. Semua itu mulai karam dan berubah haluan saat sudah menikah dan mempunyai anak. Saya memutuskan resign dan fokus terhadap keluarga terutama anak, tidak ada paksaan atas keputusan saya, semua sudah saya pikirkan dengan baik dan matang.

Setelah resign di tahun 2015 saya mulai berpikir, "Apa yang harus saya persiapkan dalam membersamai anak saya?". Sayapun mulai bertanya apakah ada wadah yang bisa membantu dan mengerti kebutuhan saya sebagai Ibu Rumah Tangga dalam mendapatkan informasi pendidikan sebagai salah satu bekal saya untuk membersamai anak di rumah.




Berawal dari saya bergabung dengan perkumpulan Ibu-Ibu yang mencari buku untuk persiapan kebutuhan anak dari bayi hingga remaja. Dari perkumpulan buku lalu mengenalah tentang Read Aloud atau Membacakan Nyaring yang mana ilmu tersebut saya butuhkan karena usia anak saya sedang dalam tahap saya bacakan buku walau belum intens. Untuk memudahkan saya lebih memudahkan Membacakan Nyaring bergabunglah saya dengan Komunitas Membacakan Nyaring sesuai dengan domisili saya. Di komunitas ini para Ibu saling  berdiskusi dan bertukar informasi mengenai perkembangan anak terutama dalam bidang literasi. Setelah beberapa tahun saya di komunitas dan anak semakin besar, saya merasa perlu mengupgrade informasi saya sesuai dengan jenjang pendidikan atau usia anak saya. Alhamdulillah pertanyaan yang berkecamuk di hati akhirnya terjawab dimana komunitas yang saya ikuti berkolaborasi dengan Sidina Community.


Dari Komunitas Sidina saya mengenal Pelatihan Ibu Penggerak yang diadakan gratis secara daring. Materi yang disebutkan dalam eflyer membuat saya yang sedang mencari ilmu untuk pendidikan anak terlintas, "Wah, sepertinya saya butuh dengan informasi ini", Sehingga awalnya hanya menjadi partner kolaborasi menjadi tambahan sebagai peserta pelatihan juga. Walau pelatihan diadakan secara daring, akan tetapi narasumber yang mengisi materi membuat saya berpikir pendidikan di Indonesia sudah banyak perubahan, sangat berbeda saat saya masih bersekolah dulu. Tak habis dipikir selama ini saya hanya berkutat diperkerjaan domestik di rumah saja tanpa tau perkembangan dan kemajuan pendidikan. Saat itu anak saya belum masuk ke jenjang sekolah dasar tetapi setelah mengikuti Pelatihan Ibu Penggerak, saya mendapatkan banyak informasi dalam sudut pandang orang tua dan pendidikan. Semakin rutin mengikuti pelatihan yang ada di Komunitas Sidina, tentu membuat saya juga ingin berbagi Prakti Baik dengan para Ibu Rumah Tangga lainnya.

Beberapa Praktik Baik yang saya lakukan setelah saya menjadi Ibu Penggerak Sidina Community dalam membantu menyebarluaskan program Merdeka Belajar, antara lain:

  • Mengikuti Pelatihan Ibu Penggerak. Materi yang diberikan sangat relevan dan update terhadap kebijakan pendidikaan yang didapatkan dari Kemendikbudristek saat ini, yaitu antara lain Kurikulum Merdeka, Asesmen Nasional, Literasi Numerasi, 3 Dosa Besar Pendidikan, Pelajar Pancasila dan Ibu Penggerak itu sendiri. Ilmu yang saya dapat selama pelatihan bisa langsung saya aplikasikan dalam mendampingi anak belajar, dimana tujuan Pelatihan Ibu Penggerak sendiri adalah lebih memotivasi ibu dalam membersamai anak belajar di rumah. Dimana support sistem pendidikan pertama anak-anak sejatinya ada di rumah.


  • Mengikuti seleksi menjadi Fasilitator Ibu Penggerak. Setalah Pelatihan Ibu Penggerak, tidak hanya berhenti disana, ternyata ada tahap selanjutnya yaitu TOT (Training of Trainer) Fasilitator yang nantinya jika terpilih dalam prosesnya, akan mengikuti pelatihan lanjutan. Pelatihan lanjutan ini maksudnya lebih memperdalam materi yang telah disampaikan di Pelatihan Ibu Penggerak, dan alhamdulillah setelah mengikuti rangkaian prosesnya , saya terpilih menjadi salah satunya. Selain mendapatkan pemaparan materi yang lebih mendalam, peserta diberikan personal skill seperti skill presentasi, konten dan public speaking. Banyak sekali materi pendalaman yang belum didapat saat mengikuti komunitas lain. Setelah mengikuti TOT (Training of Trainer) Fasilitator, kita dipersiapkan menjadi fasilitator yang nantinya membantu ibu-ibu lain agar memahami pendidikan saat ini.


  • Melakukan Rencana Tindak Lanjut dengan berbagi ke lingkungan terdekat. Setelah menjadi fasilitator. Awalnya saya sempat berfikir, saya hanya "Ibu Rumah Tangga", apakah saya bisa dan mampu. Namun saya menepis rasa pesimis yang hadir dengan terus bersemangat belajar. Tidak ingin ilmu dan materi yang saya dapat hanya  untuk diri saya sendiri, akhirnya saya memutuskan untuk berbagi informasi yang saya dapatkan. Dimulai dari lingkup kecil yaitu keluarga dekat, memberi tahu bahwa pendidikan sekarang sudah mulai berubah ke arah yang menyenangkan.  Awal mula tentu saja tidak ada tanggapan yang positif. Tentu saja itu tidak membuat saya berhenti, tapi membuat saya lebih bertekad agar informasi yang baik ini bisa diketahui dan dirasakan ibu-ibu lainnya. Lanjut berbagi melalu  grup WA walimurid kelas anak, berhubung menjadi korlas, sekalian saya ajak kumpul sekalian untuk membahas pendidikan terutama dalam bidang Literasi dan Numerasi. Setelah itu, perdana saya mengisi lingkup yang lebih luas lagi,  ada sekolah daerah Klender Jakarta timur yang mulai membutuhkan informasi dan saya mendapatkan kesempatan mengisi di acara formal sekolah mengenai Kurikulum Merdeka, wah banyak miskonsepsi orang tua saat itu mengenai Kurikulum Merdeka. Alhamdulillah setelah memberikan informasi, orang tua dan guru mulai terbuka. Kami berdiskusi bersama , agar informasi yang didapat oleh orang tua tidak hanya sebagian yang mereka terima sehingga tidak ada lagi miskonsepsi. Setelah membantu Orang Tua dan guru disana memberikan saya amunisi untuk  lebih semangat lagi  untuk menebarkan informasi yang saya dapatkan dari satu sekolah ke sekolah lain, dari satu komunitas ke komunitas lain.

Tak terbayangkan apabila saya tidak mengupgrade ilmu untuk diri saya dalam membersamai anak-anak dari sejak dini sampai saat ini. Alhamdulilah sampai saat ini saya terus mengupgrade sesuai dengan usia dan perkembangan anak. Sehingga apa yang diperlukan anak-anak  dalam memperoleh pendidikan bisa semaksimal mungkin. Terima Kasih kepada komunitas yang bisa membantu para orang tua khususnya Ibu Rumah Tangga seperti saya bisa mendapat akses informasi pendidikan  lebih cepat, mudah dan tidak hanya "katanya katanya".

Sudah berjalan hampir dua tahun setelah Pelatihan Ibu Penggerak, saya masih terus tetap semangat Semarak Merdeka Belajar untuk memberikan informasi yang ada agar tidak ada lagi miskonspesi para orang tua khususnya Ibu. Satu yang harus kita ketahui , menjadi Ibu itu tidak semata mata hanya memasak, mencuci dan membersihkan rumah. Ternyata seorang Ibu Rumah Tangga sangat penting perannya dalam pendidikan anak dimulai usia dini. Jangan sampai kita tidak aware dalam pendidikan dan perkembangan anak-anak meski kita hanya dilabeli "Ibu Rumah Tangga" diluar sana. Sejatinya Ibu Rumah Tangga itu bukan cuma. Tapi Ibu Rumah Tangga adalah tonggak dan madrasah pertama pendidikan anak -anak dirumah. Terus semangat menjadi Ibu apapun profesinya.




 


Salah satu hotel bintang 4 yang ada di Bekasi adalah Avenzel Hoten & Convention. Awalnya mengira kenapa ada hotel sekitar kranggan. Karena dilihat dari sekitar tidak begitu banyak market untuk Hotel. Tapi setelah menginap disini akhirnya tau ada banyak peminat ke hotel ini, dimulai dari rapat, workshop ataupun acara ulang tahun.

Beralamatkan di Jl. Raya Kranggan No.69, Cibubur, Kec. Jatisampurna, Jawa Barat 17433. Berhubung rumah saya di Jakarta Timur, saya menuju Hotel ini dengan menggunakan KRL menuju Cawang lalu lanjut LRT Cikoko Arah Harjamukti yang terintegrasi langsung dengan stasiun cawang. Setelah sampai di Harjamukti melanjutkan perjalanan menggunakan ojek online. 

Lebih suka naik KRL, MRT dan LRT karena tidak macet tentunya.

Lanjut ke Hotel Avenzel ada yang cukup unik dari bangunan ini, karena untuk ruang rapat ataupun workshop atau aula beda lift yang digunakan. Jadi jika ingin ke ruang kegiatan/aula harus menyambung eskalator yang ada di dekat restaurant.

Resto

Jika ingin ke kamar bukan naik eskalator ya tapi menggunakan lift...hehheh
Fasilitas di kamar juga cukup lengkap.
Cukup singkat menginap di hotel ini, jadi belum explore fasilitas yang lain. Tapi overall lumayan untuk berkegiatan disini, mau cari makanan keluarpun banyak yang jualan.

Jadi, yuk menginap di Hotel Avenzel.


 Melihat Lantai 1 Perpustakaan Jatinegara-Jakarta Timur







Perpustakaan Jakarta Timur ini berlokasi di Jl. Jatinegara Timur IV Komplek Pendidikan Rawa Bunga , Jakarta 13350. Lokasinya cukup unik dan tersembunyi atau bisa dibilang hidden gem bagi pecinta buku. Berdekatan dengan Kelurahan Rawa Bunga dan dikelilingi berbagai macam sekolah mulai dari PAUD, SD hingga SMA. Untuk memudahkan masyarakat umum tentang perpustakaan ini, maka biasanya disebut Perpustakaan Jatinegara.

Untuk jam layanan di Perpustakaan ini adalah: 

Senin - Jumat dari jam 09.00 - 17.00 
Sabtu - Minggu dari jam 09.00 -14.30

Tapi jika hari libur nasional dan cuti bersama, maka pelayanan ditutup.

Setelah kita jalan menuju pintu masuk, kita akan diperlihatkan banyak mobil-mobil dengan ciri khas tertentu. Ternyata itu adalah mobil yang digunkan untuk perpustakaan keliling ke daerah-daerah yang ada di Jakarta Timur; seperti rusun, sekolah, taman atau tempat lainnya.

Perpustakaan Keliling 

Perpustakaan keliling (Pusling) tidak hanya mobil, tapi Perpustakaan Jatinegara juga menyediakan Pusling dengan motor untuk daerah-daerah yang tidak bisa masuki oleh mobil.

Setelah melewati banyak mobil dan motor yang ada, kita akan di sambut oleh Security penjaga buku tamu yang akan ditanya tujuan kita datang ke perputakaan. Ternyata di Perpustakaan Jatinegara ini tidak hanya bisa membaca buku karena ada juga acara tentang meningkatkan literasi untuk anak-anak, pustakawan, guru ataupun masyarkat umum lainnya dalam bentuk workshop.




Setelah mengisi buku tamu kita dipersilahkan untuk menuju ruangan yang akan dituju atau menunggu jika masih ingin menunggu. Untuk yang membawa barang banyak, bisa menitipkan tas di loker yang tersedia.

Lalu ada apa saja dilantai 1 setelah di rapihkan atau renovasi.

  • Loker
          loker di lantai 1 ini baru ada di tahun 2024, karena terakhir saya datang bulan Februari belum ada loker dilantai ini.
  • Aula
        Aula juga terlihat lebih rapih yang mana panggungnya sudah lebih tertata dan juga terdapat ruang tunggu untuk para narasumber jika ada acara disini.

  • Tangga 
        Stiker tangga juga sudah ditulis baru dan lebih membuat semangat
  • Pantry & Toilet
         Pantry dan toilet juga nyaman dan bersih



Tidak perlu khawatir untuk mencari lokasi di lantai 1 ini karena sudah ada petunjuk yang jelas di lantai ini.




Untuk sekolah, komunitas atau lembaga lainnya jika ingin mengadakan acara di Perpustakaan Jatinegara Jakarta Timur ini sangat diperbolehkan dengan cara mengirimkan surat permohonan dan menjelaskan detail tujuan yang diinginkan. 

Jadi, ayo ke Perpustakaan Jatinegara Jakarta Timur.
Newer Posts Older Posts Home

Translate

ABOUT ME

Penyuka alam dan bepergian, senang menulis, dan pegiat pendidikan anak, edukasi, story teller, read aloud, kegiatan literasi lainnya.

SUBSCRIBE & FOLLOW

POPULAR POSTS

  • The Amboja - Mall Mini di Pinggiran Jakarta Timur
  • Ke Kota Kasablanka (Kokas) Naik Kereta
  • JALAN TERUS BARENG KURIKULUM MERDEKA...
  • Makan Malam di Tsuka Ramen Bintara - Bekasi Barat
  • Main Air di Transera Waterpark Harapan Indah - Bekasi
  • Persiapan yang harus disiapkan untuk Naik Gunung/Hiking
  • Ragusa Es Krim Italia
  • Pengalaman Menginap di Hotel Mercure Batavia
  • 3 Tempat Rekomendasi Untuk Kumpul Bersama Teman & Keluarga
  • Jelajah Sumarecon Mall Bekasi (SMB)

Labels

  • Education
  • Read Aloud
  • Traveling

Blog Archive

  • ▼  2025 (7)
    • ▼  October (1)
      • Paragon Sun Protection Adventure: Jelajahi Alam de...
    • ►  February (1)
    • ►  January (5)
  • ►  2024 (104)
    • ►  December (9)
    • ►  November (7)
    • ►  October (10)
    • ►  September (10)
    • ►  August (8)
    • ►  July (11)
    • ►  June (10)
    • ►  May (7)
    • ►  April (5)
    • ►  March (9)
    • ►  February (9)
    • ►  January (9)
  • ►  2023 (6)
    • ►  December (1)
    • ►  November (1)
    • ►  October (1)
    • ►  September (2)
    • ►  August (1)
  • ►  2014 (5)
    • ►  December (2)
    • ►  July (1)
    • ►  June (2)
  • ►  2013 (2)
    • ►  October (1)
    • ►  January (1)
  • ►  2012 (2)
    • ►  December (1)
    • ►  October (1)

Categories

  • Education 6
  • Read Aloud 1
  • Traveling 117
Powered by Blogger.

Followers

Oddthemes

Copyright © My Life is My Adventure. Designed by OddThemes